(Tahukah Anda Hal Yang Paling Dibenci Orang Kafir?)
Nasehat Yang Menenangkan Hati
Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada para asatidz yang membahas politik, izinkan saya mengekspresikan kekaguman saya pada sosok ustadz Yazid jawas dan Ustadz Abdul Hakim Abdat hafizhahumullah. Segenting apapun keadaan negeri ini digambarkan media dan para facebooker dan beliau berdua tetap tenang, teguh pendirian dalam pembahasan ilmu dan tidak terpengaruh untuk berpolitik, dan tawakkal mereka berdua kuat, dulu tatkala di sampaikan kerisauan akan orang kafir, misalnya ustadz Yazid ditanya di tabligh akbar (saya dengar via rodja tentang jika orang kafir dan syi'ah menguasai negeri ini), Beliau hanya menjawab, "Allah tau atas semuanya, perbaiki ketaqwaan kepada Allah dan jangan banyak baca koran. Musuh sunnah itu dari dulu hingga kiamat akan terus ada, kapan beramalnya dan menuntut ilmunya jika waktu disibukkan berpolitik?", kurang lebihnya begitulah (saya lupa kalimat lengkapnya). Bagi saya nasehat ini sangat berharga sekali, dulu saya sa'at pilpres jadi ikut-ikutan kampanye dadakan, alhamdulillah sekarang saya tidak ikut-ikutan bahas politik, dan hanya mendo'akan qaum muslimin dilindungi Allah dari makar orang kafir. Dan menasehati qaum muslimin yang dekat dengan saya untuk tidak berwala' kepada orang-orang kafir.
Catatan :
- Sobat, kita tidak bicara golput atau coblos, tapi kita sedang berbicara agar tidak menghabiskan waktu untuk berkepanjangan membahas politik. "waktu itu mahal, dan manfaatkanlah waktu tersebut untuk terus belajar, belajar, dan belajar
- Sobat, sampai kapan kalian terus dilalaikan oleh suasana politik? Karena hal demikianlah yang diharapkan oleh mereka agar kita lebih disibukan dengan politik daripada kembali belajar di majelis-majelis ilmu. Ingatlah mereka sengaja menyiapkan jargon-jargon pada tiap daerah, khususnya untuk mengukur seberapa besar perhatian kita terhadap agama ini, apakah kita akan mengikuti permainan dan trik yang mereka rencanakan ataukah kita lebih memilih pada majelis-majelis ilmu, banyak beribadah hanya kepada Allah ta'ala dan amalan-amalan lainnya.
INGATLAH,,,,!!!!
Hal demikianlah juga yang diharapkan dan dimanipulasi oleh sebagian kelompok-kelompok lain yang ingin memancing di air keruh dengan mengatasnamakan agama (ISLAM) dalam situasi seperti ini demi kepentingan kelompok-kelompok mereka dan pada akhirnya umatlah yang menjadi korbannya
INGAT PULA SOBAT,
Sekedar contoh tipu daya kaum kafir agar umat islam menjadi lalai ialah dengan cara hoax maju sebagai pemimpi (ingat pemimpi!!) untuk sebuah daerah. Dan juga syaikh Tanu di jagokan sebagai kepalan Negara (mimpi), belum lagi pemimpi-pemimpi dari kaum kafir lainnya yang sedang bermimpi menjadi pemimpin. Jika demikian sampai kapan kalian akan disibukan oleh politik? Karena setelah masalah Hoax selesai maka akan berganti pada Hoax-hoax lainnya yang akan kembali maju sebagai pemimpi yang akhirnya waktu kita hanya akan habis terkuras dalam masalah politik dan sedikit demi sedikit kita akan mendahulukan politik daripada majelis-majelis ilmu dan amal ibadah.
- Sobat, kembalilah pada majelis ilmu dan jika memang sudah waktunya untuk kita memilih maka tinggallah saatnya kita turun gunung membela Agama yang Haq ini.
Tahukah Anda, Hal Yang Paling Dibenci Orang Kafir? [1]
Ya, ada satu hal yang sangat mereka benci, yaitu bila anda menjadi seorang muslim yang benar-benar paham agama anda dan loyal kepada agama anda.
Karena itu untuk melawan kebencian orang kafir bukan dengan cara berteriak, atau membuat huru hara, namun sujudlah dengan khusyu' kepada Allah Ta'ala, atau lantunkanlah ayat-ayat al Qur'an dengan penuh penghayatan, atau hadirilah kajian-kajian yang mengajak anda memurnikan Islam anda, atau tutuplah aurat istri dan anak anak anda, dan demikian seterusnya.
Walau anda diam seribu bahasa, namun anda tekun mempelajari dan mengamalkan Islam yang murni, bukan Islam yang masuk angin karena telah dibawa ka alam JIN, niscaya orang-orang kafir murka dan sekaligus gentar.
Sobat, sadarilah sejatinya mereka bukan benci kepada wajah anda yang tampan atau cantik jelita, tidak pula benci kepada rasa anda sebagai orang jawa atau sunda atau lainnya, tidak pula karena anda kaya atau pandai.
Satu hal yang menjadikan mereka murka dan benci kepada anda ialaha karena anda hanya sudi mengabdi kepada Allah Ta'ala semata, dan hanya mau meneladani sunnah Nabi Muhammadshallallahu 'alaihi wa sallam semata, jauh dari budaya yang menyimpang atau rekayasa tangan manusia. SImak dan camkan firman Allah Ta'ala berikut:
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ هَلْ تَنقِمُونَ مِنَّا إِلاَّ أَنْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلُ وَأَنَّ أَكْثَرَكُمْ فَاسِقُونَ
Katakanlah: "Hai Ahli kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?" (Al Maidah 59)
Dahulu, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan sahabatnya dimusuhi, dibenci, diusir dan diperangi juga karena alasan yang sama, enggan mengakui sesembahan selain Allah Ta'ala, baik yang berupa manusia semisal nabi Isa alaihissalam, atau bebatuan atau pepohonan atau hewan atau lainnya.
الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ
"orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". (Al Haj 40)
Jadi, kalau anda ingin membalas kejahatan dan melawan mereka, maka hanya ada satu cara yaitu murnikan ibadah anda hanya kepada Allah Ta'ala dan satukan panutan anda hanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan hanya dengan ini pula anda akan berjaya.
Sobat! Mari dengan pekikkan Takbir, ALLAHU AKBAR kita kobarkan tauhid dan singkirkan syirik.
http://cerkiis.blogspot.com/2016/10/nasehat-yang-menenangkan-hati-tahukah.html
[cerkiis.blogspot.com, Sumber : Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, Penyusun : Penambahan Seperlunya oleh arifia]
Fotnote :
[1] Judul dan Penulis Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri
Komentar
Posting Komentar