Sekolah Masa Depan Impian Ku.

Finlandia
yang kini dianggap memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia misalnya, menerapkan model pendidikan organik yang menuai sukses. Berbeda dengan sistem pendidikan di negara manapun, sekolah-sekolah di Finlandia sangat mengedepankan kreativitas anak didik dan menempatkan guru sebagai profesi paling bergengsi dan paling mulia.

Alih-alih berkompetisi, Finlandia mendorong sekolah dan gurunya berkolaborasi dengan berbagi sumber daya, ide, dan ekspertis. Tak hanya itu, sekolah harus memiliki keintiman dengan orang tua murid dan masyarakat sekitar.

Model lain adalahInnova SchooldiPeruyang sistemnya dirancang olehIDEO, perusahaan disain produk terkemuka di dunia. Sekolah tingkat menengah ini unik karena pembelajarannya customized untuk tiap murid, memacu kolaborasi dan eksperimentasi, serta melibatkan partisipasi aktif orang tua dan masyarakat sekitar.

Dan yang menarik, semua itu dijalankan dengan menggabungkan praktek lapangan (hands-on experience) dengan pembelajaran berbasis digital (digital learning) melalui komputer dan telepon pintar.Yang lebih revolusioner adalahThe Demoratic School of Hadera diIsrael.

Sesuai namanya, kurikulum sekolah tingkat menengah ini memang beda karena dirumuskan melalui voting yang melibatkan murid, guru, dan orang tua. Di sini murid dibebaskan untuk memilih mata pelajaran yang hendak dipelajarinya, begitu pula metodenya. Evaluasi sekolah ini inovatif karena berfokus ke individu tanpa mengenal kompetisi antar siswa, ujian, dan nilai. Model sekolah demokratis kini berkembang pesat. Sejak dirintis tahun 1987 di Israel kini telah mencapai jumlah ratusan di seluruhdunia.Itu di tingkat pendidikan dasar dan menegah, lalu bagaimana untuk pendidikan tinggi?

Di tingkat universitas barangkalid.school(Universitas Stanford bersama Hasso Plattner),Olin College, danMIT(Massachusetts Institute of Technology) Media Labbisa menjadi contoh terbaik.

Di sini mahasiswa diwajibkan membuat sebuah proyek inovasi riil dengan mendirikan start-up yang prosesnya bisa berlangsung beberapa bulan hingga beberapa tahun dari mulai identifikasi masalah, pemetaan potensi pasar, inovasi produk, hingga komersialisasi.

Menariknya, setiap hands-on project tersebut harus mampu menyolusikan masalah-masalah riil di lapangan dan tak jarang diimplementasikan di negara-negara berkembang. Salah satu mahasiswa MIT Media Lab misalnya, menciptakan start-upGlobal Cycle Solution yang memproduksi massal semacam sepeda canggih untuk mesin panen jagung masyarakat pedesaan di Tanzania.

Di sekolah-sekolah pengubah dunia itu kita menemukan beberapa kesamaan. Pertama, para murid di situ bersekolah dengan satu passion yang kuat untuk change the world. Kedua, mereka bersekolah untuk mengasah rasa ingin tahu, merangsang imajinasi, dan berolah kreativitas dan daya cipta.

Dan yang paling penting, sekolah-sekolah itu tak tercabut dari lingkungan masyarakatnya, mereka bukanlah enclave, mereka hadir untuk menjadi solusi bagi persoalan riil masyarakatnya. Pertanyaannya: kapan sekolah-sekolah di Indonesia menjadi seperti ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nyata Tentang Wanita Menguasai Ilmu Agama tapi Tak Punya Agama

*KISAH NYATA KEAJAIBAN SHOLAT TEPAT WAKTU* ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•‹๐Ÿ•Œ

WASIAT MALAIKAT JIBRIL KEPADA NABI KITA