Mengusap Kepala Anak Yatim Bisa Melembutkan Hati

#

Ketika berjumpa anak yatim
Maka dekap dia
Usaplah kepalanya
Rasakan hausnya ia
Akan kasih sayang, pengajaran
dan teladan sosok ayah

Mengapa mengusap kepala?
Karena ini sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam
Sabda ini keluar dari lubuk hati
Karena beliau merasakan menjadi yatim-piatu

Lembutkan hati
Dan mengobati kerasnya hati
Keras hati malas beribadah
Malas melakukan kebaikan

“Jika engkau ingin melembutkan hatimu, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak
yatim.” [1]

Terlebih lagi jika mampu menanggung anak yatim
Makannya, pakaiannya, pengasuhannya
Serta perhatian dengan pendidikannya
Balasannya tidak sedikit
Berdekatan posisinya di surga
Dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam

Padahal seorang sahabat
Pernah meminta Kedudukan ini
Tapi beliau meminta agar ia
Memperbanyak shalat dan sujud
Artinya perlu banyak amalan
Untuk mencapainya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya [3]

Catatan:
Anak yatim adalah anak yang sudah meninggal ayahnya dan belum baligh
Jika sudah baligh maka bukan disebut anak yatim lagi

Sebagaimana hadits,

"Tidak disebut yatim jika telah mimpi (baligh)".[4]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nyata Tentang Wanita Menguasai Ilmu Agama tapi Tak Punya Agama

*KISAH NYATA KEAJAIBAN SHOLAT TEPAT WAKTU* ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•‹๐Ÿ•Œ

WASIAT MALAIKAT JIBRIL KEPADA NABI KITA