Datang Mengakui Kesalahan/kekeliruan, Meminta Maaf, dan Menyerahkan Diri.

Manusia umumnya hanya memerlukan datang saja kepada seseorang yang yang kepadanya telah dianggap berbuat dan berlaku salah untuk memulihkan keadaan, demikian juga pada umumnya orang yang disalahi berpikiran dia akan rela memaafkan apabila yang menyalahi mau datang.

Kedatangan seseorang yang salah/keliru sudah merupakan perubahan sikap lupa menjadi sadar akan perbuatan masa lalunya, sehingga dengan datang dan diam saja tanpa mengucapkan sepatah katapun dianggap telah mengakui kesalahan, meminta maaf, mohon ampunan, dan menyerahkan diri.

Adakah orang yang tega menyakiti membalas perbuatan orang yang telah menyerahkan diri kepadanya, ....kadang yang disakiti itu mencari cari alasan ....maklum dia berbuat keliru lupa dan tidak sadar itu sebab kondisi dia yang tidak memungkinkan..

Ingat seorang pelacur yang masuk surga hanya karena belas kasihan dan sekali saja menolong  seekor anjing liar yang kehausan. (kita tidak memikirkan berapa puluh tahun pelacur itu melacur, dan dengan alasan apa dia melacur).

Yang dihadapi pelacur itu jauh dari dirinya...binatang liar ..anjing lagi....namun pelacur itu (mungkin tidak sadar) kalau perbuatannya itu adalah perbuatan ma'rifat, dirinya asalnya sama saja dengan anjing itu. sesama makhluk, dia masih mempunyai rasa  belas kasihan  dan perbuatan ini kiranya menunjukkan melacurnya dia bukan karena alasan untuk mencari kesenangan.

Datang ke Allah itu ya ...seperti shalat...ketika bertakbir membesarkanNya...otomatis diri kita keciiiiil hina tak berarti dan musnah dihadapan keagungan dan kebesaranNya.

Istighfar seolah tak henti kita mohonkan seiring dengan sumpah yang kita nyatakan sesungguhnya shalatku ibadahku hidup dan matiku milik dan untukMu......malu dan sangat malu kita menyampaikan kalimah iftitah ini..dan hanya istighfar saja yang dapat kita lakukan ....dan muncullah sikap menyerahkan diri ini kepadaNya....terserah Allah....Allah yang memiliki diri ini dan semua yang sudah sedang dan akan terjadi kepada diri ini.

Sikap tersebut seolah baru terjadi kali itu dan oleh karenanya istighfar kita (walaupun tidak terucapkan) tidak putus demi menyesali sikap dan perbuatan kita yang salah dan keliru bertahun tahun yang lalu tidak bisa ingat Allah, karena hanya dengan mengingat Allah saja kita dapat menyerahkan diri secara total habis dan musnah kembali kepada dzatNya yang sedikiiit.

kenyataan hidup sehari hari......orang yang mengenal dan menyerahkan dirinya kepada juragan bosnya malah menjadi orang kepercayaan bos juragan......dan hidupnya dijamin lebih enak dari pada yang hanya sebagai karyawan biasa bos, orang itu sering menikmati fasilitas bos.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nyata Tentang Wanita Menguasai Ilmu Agama tapi Tak Punya Agama

*KISAH NYATA KEAJAIBAN SHOLAT TEPAT WAKTU* ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•‹๐Ÿ•Œ

WASIAT MALAIKAT JIBRIL KEPADA NABI KITA