Anak Gadis Anda Bukan Ayam
📖 Gadis atau Ayam?
Ketika kita memiliki memelihara hewan piaraan, sebagai contoh ayam. Ketika tiba saatnya, atau ketika kita merasa butuh, maka kita jual ayam ayam piaraan itu ke pasar atau ke pedagang. Dan ketika proses jual beli ayam itu sedang berlangsung, proses penawaran dari satu penawar berganti ke penawar lainnya, maka kita pasti akan memilih kepada penawar tertinggi. Kita tidak akan rela melepaskan ayam-ayam piaraan kita kepada sembarang orang. Sangat lumrah apabila kita menginginkan ayam piaraan dibeli dengan harga mahal. Apalagi jika piaraan tersebut adalah kesayangan kita.
Dalam urusan ayam piaraan, kita berusaha mencari pembeli yang berani memberikan penawaran tertinggi. Tapi ironis, untuk urusan jodoh untuk anak perempuan, banyak dari kita yang hanya menanti dan menanti.
Banyak orang rela melepaskan anak gadis kesayangannya kepada sembarang lelaki yang datang melamar putrinya. Bahkan banyak orang yang justru ego, gengsi atau runtuh harga dirinya jika menawarkan putrinya kepada seorang pemuda, walaupun dia adalah pemuda sholeh dan mampu memberikan “penawaran” paling istimewa untuk putrinya.
Bukan penawaran istimewa berupa uang atau barang, namun berupa kesetiaan, pendidikan agama, tanggung jawab dan perlindungan. Akankah ayam lebih bernilai anak gadisnya?
Karena itu tidak perlu malu dalam menawarkan anak gadis kita, dengan catatan jangan tawarkan kepada sembarang lelaki, namun tawarkan kepada orang yang sholeh yang siap menjadi suami yang sholeh dan bertanggung jawab.
Teladanilah Syu’aib ‘alaihissalam ketika beliau menawarkan putrinya kepada lelaki miskin namun sholeh yaitu Nabi Musa ‘alaihissalam:
قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَن تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِندِكَ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ
Ia (Syu’aib ) berkata: aku hendak menikahkanmu dengan salah satu dari kedua putriku ini, dengan ketentuan engkau bekerja padaku (menggembala kambing-kambingku) selama delapan tahun, dan jikalau engkau menggenapkannya menjadi sepuluh tahun maka itu sepenuhnya adalah kebaikan darimu (berpulang kepadamu), sedangkan aku tidak ingin menyusahkanmu. Dan insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sholeh (baik). (Al Qashash 27).
〰〰〰〰〰〰〰
Komentar
Posting Komentar